Mengenal burung kekep babi


Burung kekep babi, nama ini mungkin terdengar asing bagi sebagian penyuka burung kicauan di tanah air. Rasanya wajar jika kekep babi kurang dikenal oleh penghobi burung kicauan.
Karena Kekep babi merupakan jenis burung biasa yang dipelihara untuk dilatih supaya jinak seperti burung elang, burung hantu dan lain sebagainya, untuk dijadikan burung terlatih saja.

Kekeb Babi, foto : Wikipedia
Kekep babi, memiliki nama latin Artamus Leucorynchus merupakan spesies burung dari keluarga Artamidae dari genus Artamus. Dalam kesehariannya di alam bebas, Kekep babi biasa memangsa serangga kecil, kumbang dan lebah. Kekep babi mendiami daerah dengan ketinggian sekitar 1.500 m dpl, habitat hidupnya seperti pada kawasan sawah, pesisir, kebun-kebun, tegalan atau hutan sekunder. 

Ciri burung kekep babi

Memiliki ukuran tubuh sekitar 18 cm, ketika terbang burung ini akan menyerupai layang-layang dengan melayang di udara tanpa mengepakkan sayapnya. Berwarna abu-abu dan putih, paruh kekep babi menyerupai paruh burung pipit namun lebih panjang dan besar dengan warna abu-abu kebiruan.

Warna kepala, dagu, punggung, sayap dan ekor burung Kekep babi berwarna abu-abu tua hingga terlihat seperti gosong. Sedangkan warna tunggir dan tubuh bagian bawahnya berwarna putih bersih.

Di alam bebas Kekep babi biasa terbang melingkar/berputar menyerupai layang-layang untuk mencari makanan berupa serangga kecil. Kegemaran burung ini yaitu bertengger di pohon-pohon kering, kabel listrik, tiang listrik atau kadang bisa kita jumpai di menara-menara tinggi di dekat pantai.

Bertengger di kabel-kabel atau bangunan tinggi, kekep babi biasa berkelompok dan saling berdekatan sambil mengoyang-goyangkan ekornya. Dalam berkembang biak, Kekep babi akan bertelur pada bulan april hingga agustus dengan jumlah 2 hingga 3 butir telur berwarna krem berbintik abu-abu dan coklat.

Saat ini kekep babi mulai banyak digemari oleh penghobi burung terampil untuk dijadikan burung jinak dan bisa diajak bepergian dengan penyukanya.